Jurnal InterAct https://mx2.atmajaya.ac.id/index.php/interact <p><strong>Jurnal InterAct&nbsp;</strong>&nbsp;publishes articles based on research, theoretical perspectives on the development of the communication field, and scientific evaluation/analysis on the implementation of communication programs. ISSN Online (<a title="issn online" href="http://u.lipi.go.id/1511128515" target="_self">2614-1442</a>)</p> <p><strong>Jurnal InterAct</strong>&nbsp;provides an equivalent weight on the academic and applied aspects within the development sphere of communication theory based on communication levels and social-cultural growth.</p> <p>The articles and themes presented in the journal have the goal to increase the understanding of the importance of communication and in developing new concepts to provide solutions in implementing communication science in Indonesia.</p> <p><strong>Jurnal InterAct</strong>&nbsp;discusses materials and current issues on a broad scope of communication science that includes:</p> <p><strong>1. Empirical/scientific results conducted towards a communication activity.</strong><br><strong>2. Analysis of scientific concepts that are within the boundaries of communication science.</strong><br><strong>3. Evaluation/analysis on a communication program.</strong><br><strong>4. Reviews of a new theoretical/scientific textbooks in the Communication Science discipline.</strong></p> School of Communication - Atma Jaya Catholic University of Indonesia en-US Jurnal InterAct 2252-4630 Person, Personality, Persona and Privacy https://mx2.atmajaya.ac.id/index.php/interact/article/view/3413 <p>Belakangan ini kita sering diingatkan tentang bahayanya memasuki Internet: beberapa orang menunjukkan bahaya moralnya seperti akses mudah ke pornografi; sementara yang lain memperingatkan tentang bagaimana aplikasi media sosial digunakan untuk mengontrol pemikiran dan perilaku kita. Atas dasar ketidaknyamanan ini, beberapa orang menyarankan kita berpantang saja dari media sosial dan mendesak kita untuk menghapus aplikasi ini dari ponsel kita. Pertanyaan yang ingin kami jawab dalam artikel ini adalah: apakah mereka benar? Haruskah kita menolak terlibat dalam internet dan media sosial? Apakah menghindari diri dari Internet dan media sosial berarti menjadi lebih manusiawi dan otentik secara manusiawi? Peneliti ingin meyakini pembaca bahwa dunia internet adalah sebuah perubahan dalam kehidupan manusia yang tidak terlalu jauh dari pengalaman pergeseran paradigma sebelumnya yang dialami pada masa lalu. Seperti transisi-transisi sebelumnya, situasi ini menghadirkan bahaya, tetapi juga memberikan peluang. Jika manusia benar-benar makhluk sosial, sebuah platform sosial baru dapat menjadi bermanfaat bagi kehidupan sosial dan tidak akan langsung menjadi jahat bagi kita. Baik dan buruknya tergantung pada bagaimana setiap individu menghadapinya dan menyesuaikannya untuk keuntungannya. Tulisan ini secara khusus ingin membedakan antara konsep person, personality dan persona melalui manifestasinya di Internet. Dengan membedakan ketiga konsep ini, kami berharap bahwa kita dapat memahami lebih baik apa yang harus kita lakukan untuk mengubah realitas Internet sehingga menjadi sebuah keuntungan. Metodologi penelitian ini adalah kualitatif dan akan mengambil penjelasan-penjelasan konsep dari artikel-artikel dan bukubuku yang telah ditulis tentang topik ini. Tujuannya adalah membuat sebuah conceptual framework yang bisa dipakai untuk memahami soal privacy dan hubungannya dengan person. Penelitian ini akhirnya melihat bahwa manusia tetap harus coba dalam lingkungan baru yang dibentuk oleh Internet, memang dengan menjaga perkembangan baik personalitasnya, tapi dengan tetap menghadapi pertualangan di dalam dunia maya supaya dia bisa berkembang sebagai manusia yang moderen.</p> Ramon Eguia Nadres ##submission.copyrightStatement## 2022-10-17 2022-10-17 11 1 1 13 10.25170/interact.v11i1.3413 Indonesian Millennials’ Attitude and Intention Towards Mobile Communication Advertising https://mx2.atmajaya.ac.id/index.php/interact/article/view/3289 <p>Game berteknologi digital berhubungan erat dengan kehidupan generasi milenial. Penelitian ini berusaha memahami bagaimana faktor spesifik dalam game mempengaruhi sikap gamer seluler terhadap iklan banner dalam game seluler (mobile In-Game Banner Advertising/mobile IGBA), khususnya untuk para milenial. Faktorfaktor ini beserta insentif dapat digunakan sebagai prediktor intensi gamer seluler dalam merespons iklan tertentu. Hubungan antara sikapintensi, seperti misalnya preseden dalam penggunaan iklan berbasis Internet umum, faktor-faktor spesifik game, dan penggunaan kupon seluler merupakan tiga elemen yang digunakan untuk mengembangkan hipotesis. Teknik analisis faktor dan uji statistik diferensial dalam perspektif kuantitatif digunakan sebagai dasar untuk menganalisis seberapa signifikan faktor-faktor yang saling mempengaruhi dalam model penelitian yang diusulkan. Hasil penelitian dengan metode survei menunjukkan bahwa faktor spesifik dalam bermain game (aspek ekonomi dan jenis game) merupakan faktor penting yang mempengaruhi sikap gamer terhadap penerapan mobile IGBA. Lebih lanjut, penelitian ini juga menemukan bahwa sikap dan insentif (dalam bentuk kupon komunikasi seluler) merupakan prediktor signifikan terhadap intensi generasi milenial Indonesia untuk merespon (klik) iklan dalam komunikasi seluler.</p> Hilarius Bambang Winarko Rustono Farady Marta Kelian Wulandari Setyabudi ##submission.copyrightStatement## 2022-10-17 2022-10-17 11 1 14 26 10.25170/interact.v11i1.3289 The Digital Transformation of Audio Visual Communication Technology in the Education Sector During Pandemic https://mx2.atmajaya.ac.id/index.php/interact/article/view/3021 <p>Pandemi telah mengganggu berbagai aktivitas manusia terutama dalam sistem pendidikan yang membuat siswa terpaksa beralih dari pembelajaran tatap muka ke pembelajaran online. Dukungan dari guru dan orang tua sangat penting bagi siswa untuk beradaptasi dalam situasi ini. Penggunaan platform Audio Visual seperti Google Meetings, Zoom, Microsoft Teams dan Website Internal Sekolah telah menghilangkan batasan waktu dan tempat dengan mengadopsi perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) seperti smartphone, laptop, komputer tablet, dll. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh wabah Covid-19 terhadap transformasi digital di sektor pendidikan. Pendekatan kualitatif dengan metode literature review digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan memilah artikel jurnal dengan kata kunci pandemi dan pembelajaran online 2020-2021 dari database makalah penelitian yaitu MDPI dan menghasilkan 5 jurnal dari berbagai negara untuk direview. Kajian ini menunjukkan bahwa pandemi mempercepat proses transformasi digital dalam pendidikan meskipun ada tantangan yang harus dihadapi dari segi infrasturktur (jaringan internet, perangkat digital) dan proses (modul pembelajaran online dan evaluasi pelaksanaan)</p> Chairun Nisa Dwi Putri ##submission.copyrightStatement## 2022-10-17 2022-10-17 11 1 27 38 10.25170/interact.v11i1.3021 Self-Concept and the Role of Women in Technical Operational Work (Phenomenological Study of Female Team Leaders at Telkom Akses Jakarta Utara) https://mx2.atmajaya.ac.id/index.php/interact/article/view/3412 <p>Menurut Mansour Fakih, konsep gender dipahami sebagai sifat yang melekat pada laki-laki dan perempuan yang dikonstruksi secara sosial dan budaya. Misalnya, wanita dikenal lemah, cantik, dan emosional. Sedangkan laki-laki sering dianggap kuat, perkasa, dan rasional. Sedangkan tenaga teknis operasional identik dengan jenis kelamin tertentu. Tidak hanya terkait gender, para pekerja teknis operasional juga seringkali dituntut untuk bekerja di luar ruangan dalam berbagai kondisi cuaca dimana mereka harus memiliki kondisi fisik yang prima, dan bagi pekerja perempuan, teknis operasional bukanlah pekerjaan yang tepat. Untuk keperluan penelitian ini, perempuan pekerja teknis operasional di Telkom Akses Jakarta Utara diamati menggunakan kerangka teori sudut pandang Sandra Harding dan Julia T Wood yang menyatakan bahwa tidak semua perempuan memiliki sudut pandang yang sama. Selain isu gender, ditegaskan bahwa kondisi ekonomi, ras, dan orientasi seksual merupakan identitas budaya tambahan yang dapat membawa seseorang ke tengah-tengah masyarakat atau bahkan mengisolasi mereka dari lingkungannya. Melalui analisis ini, fenomena peran perempuan dalam pekerjaan teknis operasional tidak hanya menjadi pelengkap tetapi juga memiliki peran penting dalam sebuah perusahaan.</p> Raditya Wisnu Pratama ##submission.copyrightStatement## 2022-10-17 2022-10-17 11 1 39 48 10.25170/interact.v11i1.3412 HALLYU SEBAGAI KASUS KOMUNIKASI PEMASARAN DAN KOMUNIKASI KORPORASI INTERNASIONAL https://mx2.atmajaya.ac.id/index.php/interact/article/view/3557 <p>In international-marketing communication, there is a relatively new phenomenon, the name of which is hallyu, meaning Korean wave. The term hallyu refers to the global popularity of Korean pop culture, beginning with China, being followed by Japan, at the turn of the millennium. In fact, hallyu can be divided into three stages. The purpose of this research is to understand hallyu from the context of history. In the first stage, mostly younger generation from many parts of the world simply fall in love with the so-called K-drama and K-pop music. In the second stage, those who have been bewitched by K-drama and K-pop do travelling to South Korea, especially to shooting places of K-drama such as Nami Island. In the third stage, they will become consumers of almost everything that can remind them of K-drama or K-pop. At least, some of them have been bewitched by Korean corporate communication that is supported by the Korean government.</p> Aloisius Agus Nugroho ##submission.copyrightStatement## 2022-10-17 2022-10-17 11 1 49 55 10.25170/interact.v11i1.3557 Pengaruh Perilaku Menyimpang Terhadap Pembentukan Citra Aplikasi Kencan Tinder di Mata Konsumen https://mx2.atmajaya.ac.id/index.php/interact/article/view/3313 <p>The massive growth of online dating application fascinates anyone who have an interest to make acquaintances and find partner especially for young people. However, there are negative effects of using online dating application, among others are sexual harassment, identity fraud, rape, and even murder. The study aims to discover the effects of deviant behavior toward image building of Tinder dating application in the eyes of the consumers. The theories used in the study were communication theory, corporate communication, deviant behavior, image and new media. Indicator of X variable in the study was deviant behavior category which had three dimensions namely nonconform action, antisocial action, and criminal action. Meanwhile the indicator for Y variable in the study was individual image toward stimulant which had four dimensions namely perception, cognitive, motivation, and attitude. The study used quantitative method in which questionnaires were randomly distributed to 100 respondents. The result of the study is deviant behavior has strong, negative and significant effects toward the image building of application in the eyes of consumers.</p> Satria Kusuma Kusuma Yolanda Natasia Letare ##submission.copyrightStatement## 2022-10-17 2022-10-17 11 1 56 67 10.25170/interact.v11i1.3313